Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Guide. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guide. Tampilkan semua postingan
Seberapa Kuat Rata-rata Manusia Berlari

Seberapa Kuat Rata-rata Manusia Berlari

Ilustrasi. Foto: pexels.com

Pernah berpikir seberapa cepat manusia dapat berlari? jika iya, hal ini memang bukan pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Sangat menarik untuk memikirkan bagaimana kemampuan fisik yang sangat luar biasa pada manusia sehingga bisa menorehkan rekor seperti Eddie Hall dengan deadlift seberat 1.102 pon dan Usain Bolt yang dapat lari 100 meter dalam waktu hanya 9,58 detik.

Masih banyak contoh menakjubkan lainnya yang menunjukkan bahwa kemampuan fisik ternyata memiliki misteri luar biasa. Namun, semua pencapaian itu ternyata sangat jauh dari batas normal. Seorang atlet pasti dapat berlari lebih jauh dan lebih cepat, lalu bagaimana dengan rata-rata manusia yang tak memiliki latihan kemampuan fisik yang ketat?

Dilansir melalui verywellfit, berikut merupakan hasil studi mengenai seberapa cepat manusia dapat berlari hingga berapa kecepatan maksimumnya.

Seberapa Cepat Manusia Rata-rata Berlari?

Pertanyaan ini memang sedikit rumit untuk dijawab. Pasalnya, tak ada statistic pasti yang bisa menunjukkan angka yang sepenuhnya objektif. Namun, ada beberapa studi yang bisa menjadi acuan untuk menjawab pertanyaan ini.

Menurut studi dari Run Repeat berdasarkan dari 34 juta hasil perlombaan lari, rata-rata waktu manusia berjalan sebagai berikut:

  • ·         35 menit untuk lari 5k.
  • ·         1 jam dua menit untuk 10k.
  • ·         2 jam 14 menit untuk setengah marathon
  • ·         4 jam 26 menit untuk full marathon.

Kemudian data lain juga menunjukkan hal yang mirip dari studi Run Repeat. Dari 5k Pace Comparison, berdasarkan dari 10.000 hasil lomba lari didapatkan hasil data yang mengatakan bahwa waktu rata-rata manusia saat lari 5k adalah 11:47 /mil.

Perlu diingat, hitungan ini merupakan kalkulasi yang diperkirakan melalui beberapa studi melalui perlombaan lari. Jadi belum sepenuhnya valid karena dalam perlombaan tersebut bisa diasumsikan bahwa seorang pelari tidak berlari secepat yang mereka bisa.

Berapa Kecepatan Lari Manusia Maksimum?

Bisa kita asumsikan, setiap angka mengenai kecepatan lari maksimum manusia adalah sebuah spekulasi. Usain Bolt yang memegang gelar sebagai pelari tercepat di dunia bisa menempuh sekitar 28 mil perjam. Bisa diasumsikan bahwa ini adalah angka kecepatan maksimum lari yang bisa dilakukan manusia hingga ada rekor baru yang tercipta.

Apa yang Mempengaruhi Kecepatan Lari?

Dalam berlari, banyak faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan tempuh manusia. Hal ini juga bisa berubah dari hari ke hari. Namun, kita bisa perinci apa yang mempengaruhi kecepatan lari tersebut mulai dari alat yang dipakai seperti sepatu, beban eksternal seperti ransel, medan tempat berlari, kondisi cuaca, status hidrasi, volume latihan, jenis latihan yang dilakukan, seberapa banyak pengalaman berlari, hingga faktor genetika dan faktor fisik.

Tak terkecuali suasana hati dan music yang didengar saat berlari juga bisa mempengaruhi seberapa performa lari seseorang.


Estimasi Pendakian Gunung Prau Via Wates: Lebih Panjang tapi Menakjubkan

Estimasi Pendakian Gunung Prau Via Wates: Lebih Panjang tapi Menakjubkan

Estimasi Pendakian Gunung Prau Via Wates: Lebih Panjang tapi Menakjubkan
Estimasi Pendakian Gunung Prau Via Wates: Lebih Panjang tapi Menakjubkan

Gunung Prau adalah salah satu destinasi mainstream yang saat ini menjadi tujuan Favorit pendaki di seluruh Indonesia. Berikut merupakan estimasi pendakian Gunung Prau via Wates

Selain karena tak terlalu tinggi, Gunung Prau memiliki panorama yang sangat menakjubkan. Hal ini menjadikan Gunung Prau sangat ramai pengunjung terutama saat hari libur.

Gunung yang berada di Provinsi Jawa Tengah ini terletak di 5 kabupaten berbeda yaitu Kendal, Batang, Temanggung, Wonosobo, dan Banjarnegara. Namun, banyak orang yang masih menganggap bahwa Gunung Prau berada di Dieng, Wonosobo.

Dari puncak Gunung Prau, kita dapat melihat view megah dari Gunung Sindoro, Sumbing, bahkan Lawu yang berjejer dan menjadi cikal bakal dari gambaran iklan air mineral Aqua. Gunung Prau juga punya pemandangan golden sunrise yang luar biasa. Saat cerah, kita akan melihat cahaya emas yang timbul secara perlahan dan menerangi bukit teletubbies di puncak Prau secara perlahan. Selain itu, saat musim penghujan, kita juga akan melihat bagaimana indahnya bunga Daisy yang bermekaran dan tersebar di seluruh puncak Gunung Prau.

Dengan ketinggian 2565 Mdpl, Pendakian Gunung Prau bisa dilakukan melalui beberapa jalur seperti Patak Banteng, Dwarawati, dan Kalilembu. Namun, ada satu jalur baru yang menarik untuk kita ketahui, yaitu jalur Wates di Wonoboyo, Temanggung.

Basecamp Wates, berada di ketinggian 1.896 Mdpl. Jalur ini memberikan pengalaman berbeda saat kita melakukan pendakian Gunung Prau. Selain karena belum ramai pendaki, jalur ini memiliki vegetasi yang masih sangat asri dengan hutan lebat. Selain itu, terdapat sumber air di Pos 3 yang membuat pendaki tidak kesulitan karena harus membawa air dari bawah. Jalur ini juga punya estimasi waktu perjalanan yang lebih panjang dari pada jalur Patak Banteng. Jadi, jika ingin perjalanan pendakian yang lebih terasa dan memorable jalur ini sangat cocok untuk di coba.

Akses jalan menuju basecamp Wates sangat berbahaya dengan medan menanjak dan berkelok. Karena itu, menggunakan sepeda motor jauh lebih baik dari pada menggunakan mobil. Adapun rutenya, dari Temanggung – Parakan – Ngadirejo - Muntung – Wonoboyo – Wates.

Baca Juga: Fakta Bunga Daisy yang Banyak Tersebar di Puncak Gunung Prau

Basecamp Wates punya fasilitas yang lengkap dan memenuhi standar mulai dari toilet, mushola, dan juga tempat istirahat. Selain itu, terdapat banyak warung yang menyediakan aneka makanan dan minuman. Untuk kamu yang lupa membawa beberapa perlengkapan, jangan khawatir, disana juga menyediakan penyewaan perlengkapan pendakian dengan harga yang bersahabat.

Pastikan untuk mengurus Simaksi sebelum melakukan pendakian. Saat ulasan ini ditulis, biaya Simaksi di basecamp Wates adalah Rp. 15.000/orang. Karena masih dalam tahap new normal, kita juga dikenai biaya fasili protokol kesehatan sebesar Rp. 10.000/orang.

Berikut merupakan estimasi pendakian Gunung Prau via Wates:

Bunga Daisy di Gunung Prau mekar sempurna pada musim penghujan. Foto: Irkhas Febri
Bunga Daisy di Gunung Prau mekar sempurna pada musim penghujan. Foto: Irkhas Febri

Estimasi Pendakian

Basecamp – Pos 1 (Sunrise Camp)

Trek dari basecamp menuju Pos 1 merupakan trek yang lumayan panjang. Dari sini, pendaki akan melewati pemukiman dan perkebunan warga. Medan trek jalan beton sempit yang sedikit menanjak menjadi pemanasan yang bagus sebelum memasuki medan trek yang lebih ekstrim. Waktu tempuh yang diperlukan untuk tiba di pos 1 adalah 1 jam. Namun, basecamp juga menyediakan jasa ojek yang bisa memangkas waktu menuju ke pos 1 hanya dalam waktu kurang lebih 10 menit.

Sesuai namanya, dari pos 1 pada ketinggian 1977 Mdpl kita dapat melihat sunrise dengan jelas.

Pos 1 – Pos 2 (Cemaran)

Pos 1 merupakan pintu rimba Gunung Prau. Dari sini, vegetasi sudah berubah menuju pepohonan lebat khas hutan tropis. Medan trek yang landai dan penuh dengan akar-akar membuat pendaki bisa sedikit menghemat tenaga. Untuk tiba ke pos 2 yang berada di ketinggian 2112 Mdpl membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Pos 2 – Pos 3 (Sundung Dowo)

Menuju ke pos 3 medan trek menjadi terjal dan masih berada di vegetasi hutan. Pos 3 juga sangat cocok untuk menjadi tempat camp karena memiliki lahan yang landai, luas, berada di antara pohon cemara sehingga terhindar dari angin kencang dan teriknya matahari, dan juga tersedia air. Perjalanan menuju ke pos 3 membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Baca Juga: Rekomendasi Gunung untuk Melakukan Pendakian Pertamamu

Pos 3 – Campground (Bukit Rindu)

Trek dari pos 3 menuju Bukit rindu masih terjal. Disini pendaki juga akan melewati tangga cinta yaitu trek tangga yang dibentuk dari kayu dan tanah. Jika musim penghujan, trek ini jadi sangat sulit karena licin dan sangat becek. Setelah melewati tangga cinta, vegetasi akan berubah menjadi sabana padang ilalang.

Untuk sampai di Bukit rindu membutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan. Setibanya disana, pendaki bisa langsung mendirikan tenda dan beristirahat karena Bukit Rindu merupakan salah satu campground yang sangat nyaman di Gunung Prau via Wates.

Bukit Rindu – Pelawangan

Trek dari Bukit Rindu hingga pelawangan sudah landai dan nyaman. Hal ini karena panorama sudah terlihat dengan jelas. Disepanjang trek, kita akan menemui bunga Daisy yang bermekaran dan tersebar. Untuk menuju ke Pelawangan memerlukan waktu sekitar 20 menit perjalanan.

Pelawangan – Puncak Prau

Berada di ketinggian 2565 Mdpl, waktu tempuh dari pelawangan menuju puncak Prau adalah 15 menit. Medan trek perbukitan membuat pendaki naik turun dan tidak ada trek yang terlalu terjal hingga tiba di puncak.



 Surat untuk Wisatawan: Cukup Abadikan, Jangan Rusak

Surat untuk Wisatawan: Cukup Abadikan, Jangan Rusak

Surat untuk wisatawan: cukup abadikan, jangan rusak. Foto: Pixabay.com
 Surat untuk wisatawan: cukup abadikan, jangan rusak. Foto: Pixabay.com

Tren media sosial yang makin populer mempengaruhi beberapa aspek kehidupan. Salah satunya adalah kecenderungan seseorang untuk mengabadikan momentum dan membagikannya di media sosial. Dewasa ini, media sosial membuat kita jadi lebih aktif untuk berbagi cerita kepada siapapun dan kapanpun.

Studi berjudul Teens, Gender, and Self-Presentation in Social Media yang ditulis oleh Susan C. Herring dan Sanja Kapidzic mengungkapkan bahwa sebagian besar motif seseorang saat berbagi di media sosial adalah untuk presentasi diri.

Presentasi diri merupakan motivasi yang di dorong oleh keinginan untuk terkesan baik di mata orang lain,  atau  kesan  terhadap  diri  yang  ideal.

Kecenderungan untuk berbagi ini juga terbawa dalam dunia travelling. Saat melakukan travelling baik mengunjungi destinasi impian atau melakukan kegiatan ekstrem, rasanya seperti kurang lengkap jika tidak membagikannya melalui media sosial. konten yang dibagikanpun bisa bermacam-macam,  mulai dari video, foto, bahkan tulisan blog.

Seseorang yang melakukan perjalanan cenderung ingin mendapatkan respon saat membagikan cerita yang ia alami di media sosial. Secara tidak sadar, hal ini membentuk kebiasaan kita untuk mendapatkan engganggement dari orang banyak baik berupa like, views, atau komentar.

Hal ini memang terlihat seperti tidak ada yang salah. Namun belakangan, terdapat beberapa fakta yang menunjukkan bahwa keinginan mendapatkan engagement memiliki dampak buruk. Untuk beberapa hal, kecenderungan oversharing di media sosial justru membawa dampak negatif yang perlu dihindari.

Dilansir dari detiktravel terdapat dua turis Rusia yang menjadi sorotan setelah membuang motor di laut Bali untuk keperluan konten media sosial. Video yang dibuat sergey Kosenko dan Alina Oshutinskaya pada 10 Desember 2020 itu berisi mereka berdua yang terjun dari pelabuhan Tanah Anpo, Karangasem, Bali menggunakan motor.

Konten ini langsung menerima banyak kecaman. Pasalnya, dalam video tersebut Sergey dan Alina tampak dengan sengaja mengencangkan motor dan terjun bersama ke laut. Sepeda motor dengan bahan bakar tersebut dinilai dapat mencemari laut.

Kejadian seperti ini tentu bukan satu-satunya yang terjadi. Masih ada beberapa kejadian serupa yang memiliki dampak buruk bagi keberlangsungan potensi pariwista. Parahnya, motifnya tak berubah, yaitu untuk membuat konten semata.

Mendapatkan banyak engagement di media sosial mendorong seseorang untuk melakukan apapun. Ia akan berusaha menampilkan hal-hal yang menarik hingga terkadang tak peduli dengan dampak lingkungan atau sosial yang ditimbulkan.

Untuk itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tetap bisa mengabadikan momentum saat travelling tanpa merusak atau menimbulkan dampak negative lainnya.

Lakukan Riset

Riset sangat diperlukan sebelum melakukan travelling. Riset ini digunakan agar kita lebih memahami aturan ataupun problem yang ada di destinasi wisata tujuan. Jadi kita bisa lebih peka terhadap lingkungan bahkan bisa membantu melindunginya.  Sederhananya, saat berada di daerah wisata yang mengalami krisis air, maka kita juga harus bijak dalam menggunakan air di daerah tersebut. Saat kita berada di daerah yang sudah marak sampah plastik, maka kita juga harus membantu meminimalisir sampah agar tidak menambah problem serupa.

Patuhi aturan dan hormati budaya

Mematuhi aturan-aturan yang ada di destinasi wisata merupakan hal wajib. Setelah malakukan riset dan mengetahui aturannya, kita harus mematuhi aturan tersebut dan membantu mengedukasi jika ada wisatawan yang tidak disiplin. Perhatikan juga aturan-aturan khusus yang ada di setiap destinasi wisata seperti tidak mengganggu hewan yang ada disekitar destinasi dan lain sebagainya.

Selain aturan, budaya sekitar juga harus kita hormati. Karena travaelling juga punya manfaat yang kadang dilupakan, yaitu belajar memahami budaya lain. Kita harus menghormati budaya dan tradisi yang ada di lokasi destinasi tujuan mulai dari norma-norma tertentu, cara berpakaian, cara makan, hingga perilaku umum lainnya.


8 Lagu yang Cocok untuk Menemani Traveling

8 Lagu yang Cocok untuk Menemani Traveling

5 Lagu yang Cocok untuk menemani travelling. Foto: Pexels.com

Travelling dan musik merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Travelling akan jadi lebih menyenangkan jika dilakukan sambil memutar musik favorit. Lagu traveling benar-benar akan membuat perjalananmu semakin rileks. 

Selain itu, musik juga dapat membuat kita semakin bersemangat dan mengembalikan mood saat sedang dalam perjalanan.

Nah jika kamu juga orang yang suka travelling sambil mendengarkan music, Lagu-lagu bertema petualangan ini bisa menemani dan membuat travellingmu makin bermakna. Berikut beberapa lagu traveling yang buat petualanganmu makin sempurna.

Lagu Traveling

Adventure of a Lifetime – Coldplay

Lagu traveling ini rilis pada 6 November 2015 sekaligus menjadi single dari album Coldplay yaitu A Head Full of Dreams. lagu ini sangat cocok diputar untuk menemani perjalananmu bersama sahabat. Apalagi jika sedang berada di transportasi umum, lagu ini seolah menjadi  penyelamat dari rasa bosan.

Baca juga: Travelling Punya Manfaat Kesehatan, Ini Faktanya

Holocen – Bon Iver

Meski isinya mengenai nostalgia, lagu ini sangat cocok jadi teman perjalananmu. Musiknya akan membuatmu jadi lebih santai walaupun liriknya sedikit absurd. Untuk yang suka mendaki, lagu ini wajib masuk playlist karena bisa membuatmu benar-benar memaknai pendakian. Diputar saat sedang bersantai dengan sahabat di camp area, menjadikan malammu langka dan tak terlupakan.

Lagu traveling ini dirilis pada tahun 2013 lalu.

Baca Juga: Tips Travelling Saat Musim Hujan

Promise – Ben Howard

Lagu ini rilis pada tahun 2011 dan termasuk dalam album Every Kingdom milik Ben Howard.

Uniknya, lagu folk karya Ben Howard ini dibuka dengan efek suara api unggun yang berpadu dengan petikan gitar. Lagu ini benar-benar akan membawamu travelliing jauh melampaui scenery dan pemandangan yang kamu lihat.

Baca juga: Bukan Sekedar Travelling, Jadilah Traveller yang Bijak

Saturn - Sleeping At Night

Lagu ini rilis pada tahun 2014 dalam album Atlas milik Sleeping At Last.

Lagu ini sangat cocok menemanimu menikmati dinginnya malam. Dibawah ribuan bintang, music dari lagu ini akan membawamu melewati keindahan malam. Lirik lagu ini juga punya makna yang mendalam. Salah satunya adalah “That the universe was made just to be seen by my eyes”.

Beautiful Night – The National Parks

Lagu ini rilis pada tahun 2017 di album berjudul Places milik The National Parks.

Seperti judulnya, lagu ini juga sangat cocok jadi teman travellingmu untuk melewati malam. Dingin dan mencekamnya malam seolah melebur jadi hangat. Apalagi, jika memutarnya saat berkumpul ditengah api unggun bersama sahabat. Tentu akan membuatmu dan sahabat jadi lebih dekat.

Pegang Tanganku - Nosstres

Kemudian lagu untuk travelling berikutnya adalah "Pegang Tanganku" dari Nosstres. Lagu ini pertama kali rilis pada tahun  2017.

Pada lagu ini, Nosstres sukses membuat alunan akustik yang bisa menghipnotis dan sangat cocok di dengarkan saat sedang dalam perjalanan. Dengan lirik yang dalam, kita akan menikmati lagu ini hingga perjalanan makin terasa nyaman dan menyenangkan.

Di Atas Awan - Nidji

Lagu untuk travelling yang buat kamu makin semangat "Di Atas Awan" dari Nidji. Lagu ini pertama kali rilis pada tahun 2014 berbarengan dengan diputarnya film 5cm di seluruh bioskop Indonesia.

Tak perlu waktu lama, lagu ini langsung viral dan jadi playlist yang diputar dimana-mana. Lagu ini sangat cocok untuk travelling karena punya lirik yang dalam dan musik yang bikin lebih semangat.

Kukira Kau Rumah - Amigdala

Lagu untuk travelling yang tak kalah buat perjalananmu lebih bermakna adalah "Ku kira Kau Rumah" dari Amigdala.

Lagu ini pertama kali rilis pada tahun 2020 dan hingga saat ini sudah diputar dibanyak platform. Alunan akustik dari lagu ini akan membuatmu jadi makin nyaman dalam pejalanan.

Demikian beberapa rekomendasi lagu untuk travelling dari Exploring Indonesia, semoga bisa membantu perjalanan kalian lebih bermakna. Jika kalian suka dengan list lagu travelling ini, kalian bisa share artikel ini ke teman-teman yang juga suka melakukan travelling.


Estimasi Waktu Pendakian Gunung Lawu Via Candi Cetho

Estimasi Waktu Pendakian Gunung Lawu Via Candi Cetho

Estimasi waktu pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho. Foto: exploringindonesia.com

Gunung Lawu merupakan salah satu gunung mainstream di Jawa Tengah yang menjadi tujuan favorit para pendaki. Dengan puncak tertinggi 3.265 Mdpl, Gunung Lawu memiliki panorama yang sangat memukau. Berikut adalah estimasi waktu pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho.

Apalagi, jalur Candi Cetho menjadi jalur yang sangat eksotis jika dibandingkan dengan jalur-jalur lainnya. Bisa dibilang, keindahan scenery Lawu hanya bisa didapatkan melalui jalur Candi Cetho. Mulai dari sabana hijau nan luas hingga campground nyaman membuat jalur Candi Cetho sangat populer di kalangan pendaki.

Candi Cetho merupakan obyek wisata candi peninggalan Majapahit yang berada dekat dengan basecamp pedakian. Pendaki bisa mampir untuk berwisata sebelum ataupun sesudah melakukan pendakian Gunung Lawu.

Nah untuk kamu yang punya rencana mendaki Gunung Lawu via Candi Cetho berikut adalah estimasi waktu pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho:

Basecamp – Pos I (Mbah Branti)

Candi Kethek. Foto: Kompas.com

Medan trek dari basecamp menuju pos I masih cukup landai. Trek ini melewati candi kethek, area pertanian warga setempat dan juga bangunan proyek wisata tangga yang di gagas oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispora) karanganyar yang belum jadi.

Baca Juga: Tips Travelling Saat Musim Hujan

Jarak antara basecamp dan pos I kurang lebih 764 meter. Jarak ini dapat dtempuh dalam 42 menit perjalanan tanpa istirahat. Pos I berada di ketinggian 1.702 mdpl. Jika berada di pos ini saat petang, pendaki dapat menyaksikan keindahan kabupaten karanganyar dengan gemerlap lampu seperti bintang.

Pos 1 – pos II (Brak Seng)

Perjalanan menuju pos II mulai memasuki kawasan hutan lebat. Vegetasinya didominasi dengan pohon damar dan puspa yang cukup besar. Medan trek sedikit lebih menanjak dari perjalanan pos I.

Jarak antara pos I dan pos II adalah 1.034 meter. Jarak ini dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan tanpa istirahat. Pos II berada di ketinggian 1.906 mdpl. Di pos ini terdapat fasilitas shelter dan lahan landai yang dapat digunakan untuk camp. Namun pos II bukan tempat camp yang direkomendasikan dari basecamp.

Pos II – Pos III (Cemoro Dowo)

Pada perjalanan menuju pos III, medan trek akan semakin terjal. Vegetasi menuju pos III mulai berubah yaitu didominasi oleh tanaman akasia gunung.

Jarak antara pos II dan pos III adalah 723 meter. Jarak ini dapat ditempuh sekitar 90 menit tergantung kecepatan dan waktu istirahat. Pos yang berada di ketinggian 2.251 mdpl ini terdapat sumber air yang bisa digunakan pendaki untuk mengisi air ataupun mengambil air wudhu untuk beribadah bagi yang beragama Islam.

Selian itu, banyak juga pendaki yang memilih untuk mendirikan camp di pos ini karena memang terdapat medan landai terlebih tersedia sumber air. Pos III ini juga menjadi salah satu tempat camp yang disarankan oleh pihak  basecamp.

Pos III – Pos IV (Penggik)

Perjalanan menuju pos IV akan terasa semakin berat. Medan trek menjadi lebih terjal dari sebelumnya. Terlebih, badan sudah mulai lelah dan kaki menjadi semakin lemas. pendaki mungkin akan banyak istirahat dan waktu tempuh jadi semakin panjang.

Jarak antara pos III dan pos IV adalah 824 meter. Jarak ini dapat ditempuh sekitar 90 menit tergantung kecepatan dan waktu istirahat. Pos ini berada di ketinggian 2.550 mdpl dengan vegetasi yang didominasi oleh pinus gunung serta sedikit akasia. Beberapa pohon besar akan sedikit melindungi pendaki dari panas matahari jika sedang trekking pada siang hari.

Pos IV – Pos V (Bulak Peperangan)

Bulak Peperangan jadi salah satu spot paling aman untuk bermalam. Foto: Petualang.com

Tak lama menanjak dari pos IV, pendaki akan langsung dimanjakan oleh jalur menuju pos V. jalur menuju pos V sangat landai. Berjarak 1.541 meter, pos V dapat ditempuh sekitar 65 menit.

Pada pos V, vegetasi sudah didominasi oleh sabana dan pohon pinus. Pos ini juga menjadi salah satu tempat camp yang sering digunakan oleh pendaki. Berada di ketinggian 2.861 mdpl, pos ini sangat estetik untuk mengabadikan foto.

Pos V – Pos VI (Gupak Menjangan)

Saat musim penghujan, gupak akan terisi air dan dapat digunakan untuk mengisi persediaan air. Foto: exploringindonesia.com

Medan trek menuju gupak menjangan terhitung masih landai. Sabana luas dan pohon pinus akan terus terlihat sampai di tiba Gupak Menjangan. Pos ini berada di ketinggian 2.952 mdpl dengan jarak sekitar 451 meter. Jarak ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 40 menit atau dapat lebih cepat karena trek yang landai.

Baca Juga: Keindahan Gunung Merbabu yang Dapat Membius dan Membuat Ketagihan

Pos ini merupakan tempat camp favorit para pendaki yang mendaki melalui jalur Candi Cetho. Terdapat beberapa pohon pinus besar disekitar pos menjadikan tempat ini teduh dan nyaman. Selain itu scenery dari hijau dan luasnya sabana menjadi background yang sangat memanjakan mata.

Saat musim hujan, pendaki dapat mengambil air jernih yang menggenang di sekitar gupak. Pos ini dinamai Gupak Menjangan karena biasanya terdapat menjangan (rusa) yang minum air dari gupak dekat dengan pos. jadi jika beruntung, pendaki bisa melihat rusa secara langsung disini.

Gupak Menjangan – Pasar Dieng

Pasar setan Gunung Lawu. Foto: Kompas.com

Pasar Dieng dikenal dengan sebutan pasar setan Gunung Lawu. Medan trek menuju Pasar Dieng kadang terjal dan kadang landai. Vegetasi berubah menjadi pohon-pohon cantigi. Kawasan Pasar Dieng didominasi dengan bebatuan gunung. Saat melewati Pasar Dieng, beberapa kali pendaki juga akan melihat susunan batu yang rapid an memang sengaja dibangun oleh pendaki.

Pasar Dieng berada di ketinggian 3.104 mdpl dan berjarak sekitar 712 meter. Jarak ini dapat ditempuh dalam waktu setengah jam perjalanan.

Pasar Dieng – Hargo Dalem

Penampakan Hargo Dalem, tempat yang konon sebagai moksa Prabu Brawijaya V. Foto: Kompas.com

Setelah melewati Pasar Dieng, pendaki akan tiba di Hargo Dalem. Hargo Dalem merupakan tempat sakral yang diyakini menjadi tempat moksa-nya Raja terakhir Majapahit yaitu Prabu Brawijaya V. Moksa merupakan istilah dalam ajaran Hindu Buddha untuk lepas ikatan duniawi dan putaran reinkarnasi. Hargo Dalem juga sering digunakan oleh orang lokal sebagai tempat mencari ilmu, kekayaan, dan lain sebagainya.

Selain itu, terdapat pula warung Mbok Yem. Warung yang digadang-gadang sebagai warung tertinggi di Indonesia. Warung legendaris dan Hargo Dalem ini berada di ketinggian 3.142 mdpl. Berjarak 382 meter dari Pasar Dieng dan dapat ditempuh sekitar setengah jam.

Hargo Dalem – Hargo Dumilah

Hargo Dumillah adalah nama puncak tertinggi Gunung Lawu. Foto: Kompas.com

Hargo Dumillah adalah nama puncak Gunung Lawu, titik tertinggi yaitu 3.265 mdpl. Medan trek menuju Hargo Dumillah sangat terjal dan tak habis hingga puncak. Jarak antara Hargo Dalem menuju Hargo Dumillah adalah 260 meter dengan waktu tempuh sekitar setengah jam.


Lakukan Hal Ini untuk Menumbuhkan Minat Baca

Lakukan Hal Ini untuk Menumbuhkan Minat Baca

Ilustrasi. Foto: pexels.com

Mungkin beberapa dari kita memang tak akrab dengan membaca. Atau malah mungkin sebagian besar dari kita demikian. Membaca dianggap sebagai kegiatan yang sangat membosankan dan juga melelahkan. Malas jika harus membaca berlama-lama.

Data terbaru menunjukkan fakta ironis mengenai minat baca di Indonesia. UNESCO menyebutkan bahwa Indonesia menempati posisi kedua dari bawah dalam literasi di dunia. Data UNESCO mengungkapkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya dari 1000 orang, hanya ada 1 orang yang memiliki minat baca.

Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa minat baca di Indonesia masih sangat rendah. Apalagi, data diatas tentu bukan satu-satunya fakta yang menunjukkan hal demikian.

Membaca memang bukan kegiatan yang mudah dilakukan. Dibutuhkan keuletan dan kedisiplinan agar kita bisa mendapatkan kesenangan dari membaca. Apalagi jika kita memang tak menyukainya sejak awal. Namun, minat baca juga bisa ditumbuhkan dalam diri masing-masing. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menumbuhkan minat baca.

Mulai dengan Satu Halaman

Kebiasaan membaca dapat dimulai dengan hal kecil. Kamu bisa memulai kebiasaan ini dengan membaca satu halaman setiap harinya. Tak perlu banyak, membaca hingga berlembar-lembar. Kamu hanya butuh konsistensi agar terbiasa melakukannya. Minat baca memang tak hadir begitu saja. Kamu harus disiplin melakukannya agar menjadi sebuah kebiasaan.

Baca Juga: Mengenal Konsep Seven Summit of Indonesia

Pilih Buku Yang Temanya Anda Sukai

Jika kamu tertarik dengan sebuah tema dalam buku, maka mulailah membaca dari sana. kamu akan lebih mudah untuk menyelesaikan buku tersebut karena memang tertarik untuk membacanya. Hal ini akan membuat kamu nyaman dan terus membaca.

Jika suka sejarah, pilihlah buku sejarah yang paling membuatmu tertarik. Jika suka tema lingkungan, carilah buku tertema demikian. Memulai dengan sesuatu yang kamu sukai tentu akan lebih mudah dilakukan.

Pergi ke Toko Buku

Pergi ke toko buku bisa mengakrabkan kamu dengan buku. Kamu akan menjadi sangat familiar Karena sering melihat buku yang terpajang disana. Dari sekian banyak buku, pasti ada salah satu yang sangat menarik perhatianmu.

Dari ketertarikan itu, kamu bisa memulai langkah awal perjalanan membaca yang luar biasa. Beli buku tersebut dan mulailah membacanya. Namun ingat, kamu harus berkomitmen untuk meluangkan waktu dan mulai membacanya.

Offline Media Sosial

Ketika kamu mulai membaca, media sosial dapat menjadi salah satu penghalang. Jadi kamu harus menonaktifkannya agar tak mengganggu fokusmu dalam membaca. Tak perlu lama-lama, 30 menit sudah sangat cukup buatmu untuk fokus dan mengerti isi paragraf buku yang kamu baca.

Hal ini memang tak mudah, namun sangat membantumu dalam menumbuhkan minat baca.


Mengenal Konsep Seven Summit of Indonesia

Mengenal Konsep Seven Summit of Indonesia

Cartenz Piramid memiliki banyak sekali fakta menarik. Foto: idntimes.com

Indonesia sebagai Negara yang dilewati cincin api (Ring of Fire) memiliki banyak gunung-gunung api dengan panorama yang sangat indah. Bahkan, beberapa gunung yang tersebar di penjuru nusantara tersebut memiliki ketinggian menakjubkan sehingga masuk dalam jajaran 7 puncak tertinggi di Indonesia atau yang dikenal dengan konsep “Seven Summit of Indonesia”.

Sebenarnya istilah ini digunakan untuk memperkenalkan gunung-gunung tertinggi yang ada di Indonesia. Istilah ini pertama kali digagas oleh Hendri Agustin, seorang pendaki kawakan sekaligus pegiat alam terbuka di Indonesia.

Hendri mengenalkan konsep ini melalui komunitas-komunitas penggiat alam dan pendaki Indonesiadi beberapa media interaksi online yang saat itu sedang banyak digunakan yaitu mailing list Yahoo pada 20 November 2008.

Baca Juga: Tips Travelling Saat Musim Hujan

Munculnya angka 7 pada istilah ini sebenarnya juga terinspirasi dari konsep “World Seven Summits” atau tujuh puncak tertinggi dunia yang digagas oleh seorang pendaki kelahiran Tulsa, Oklahoma bernama Richard “Dick” Bass. Istilah serupa kemudian dibawa dan dipopulerkan di Indonesia.

Kemudian, setelah digagas pada 2008, Hendri juga menyebarluaskan istilah ini pada blog pribadinya sehingga dikenal oleh khalayak pendaki di seluruh penjuru Indonesia. Bahkan, saat ini seven summit Indonesia sudah menjadi salah satu pakem dalam pendakian dan banyak pendaki yang ingin menggapainya.

Gunung-gunung tersebut adalah Cartenz Pyramid, Semeru, Kerinci, Rinjani, Latimojong, Binaiya, dan Bukit Raya. Pendaki yang berhasil untuk menggapai ketujuh puncak tertinggi tersebut bisa mendaftarkan diri sebagai seven summiters di the7summitsindonesia.com dengan mengisi form yang sudah di sediakan serta memperlihatkan bukti.

Tertarik untuk mendaki kesemuanya?


Tips Travelling Saat Musim Hujan

Tips Travelling Saat Musim Hujan

Tips Travelling Saat Musim Hujan
Travelling saat musim hujan harus dipersiapkan dengan matang. Foto: Woop.id

Hujan memang tak menjadi penghalang untuk melakukan travelling. Namun, travelling akan sangat sulit dilakukan ketika musim hujan.  Lebih banyak kendala yang harus dihadapi karena kondisi yang juga tak pasti. Apalagi, saat menjelang libur panjang seperti sekarang, tentu banyak orang yang ingin liburan dan mengunjungi destinasi impian. 

Untuk tetap bisa melakukan travelling, kamu harus punya persiapan untuk menghadapi cuaca yang tidak menentu. Perhatikan beberapa tips ini agar travellingmu tetap aman dan nyaman meski dilakukan ketika musim hujan.

Menyiapkan Perlengkapan

Travelling saat musim hujan menuntutmu untuk mempersiapkan beberapa alat tambahan. Hal ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kenyamanan saat travelling dilakukan. Payung dan jas hujan merupakan alat utama yang harus jadi teman travellingmu agar kamu tetap bisa bergerak kemanapun meski hujan dan tak perlu berlama-lama menunggu reda. Selain itu, kamu juga harus menyiapkan jaket agar badan tetap hangat.

Baca Juga: Dampak Berolahraga Saat Polusi Udara Tinggi

Cek Prakiraan Cuaca

Agar kamu selalu siap, ada baiknya untuk mengecek prakiraan cuaca sebelum melakukan travelling. Hal ini bisa membantumu mempersiapkan perlengkapan dan estimasi perjalanan dengan tepat. Cek prakiraan cuaca melalui website resmi BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika).

Tentukan Destinasi yang Aman

Sebelum melakukan travelling, pastikan destinasi tujuan aman untuk dikunjungi ketika musim hujan. Hal ini karena ada beberapa destinasi yang sangat berbahaya untuk dikunjungi terlebih ketika musim hujan. Jadi kamu benar-benar harus menentukan destinasi mana yang aman dan nyaman untuk dikunjungi meski musim hujan.

Makan Tepat Waktu

Saat melakukan travelling di musim hujan, kamu harus menjaga pola makan. Makan tepat waktu dapat membantumu menjaga tubuh tetap fit dan stabil. Hal ini akan memudahkan kamu untuk melakukan berbagai aktivitas saat travelling. Selain itu, banyak mencicipi kuliner hangat juga akan sangat membantu untuk tetap menjaga suhu tubuhmu.

Baca Juga: Mengatasi Kram Otot Betis saat Bersepeda

Selalu Menjaga Kondisi

Selain menjaga pola makan, kamu juga harus membawa asupan vitamin dan energy yang cukup untuk tetap menjaga stamina tubuh. Kurangi berbagai hal yang bisa membuat tubuh menjadi tidak fit. Perbanyak air putih sesekali konsumsi wedang jahe.


Dampak Berolahraga Saat Polusi Udara Tinggi

Dampak Berolahraga Saat Polusi Udara Tinggi

Ilustrasi. Foto: Indiatimes

Berolahraga di luar ruang seperti Jogging dan bersepeda memang memiliki manfaat yang sangat luar biasa bagi kesehatan. Selain itu, berolahraga di luar ruangan juga membuat kita lebih bersemangat dan tak cepat bosan. Namun, dibalik manfaat dan kelebihannya, berolahraga di luar ruangan juga memiliki resiko negatif yang kerap menghantui yaitu terpapar polusi udara.

Apalagi, saat ini polusi udara menjadi masalah serius yang terjadi di perkotaan. Kepadatan lalu lintas yang terjadi, meningkatkan resiko terpapar polusi bagi semua orang, terutama orang yang sedang berolahraga di luar ruang.

Lalu, apa resiko yang timbul ketika kita berolahraga di lingkungan dengan polusi tinggi?

Studi yang di publish dalam Jurnal Springer menemukan bahwa berolahraga di lingkungan dengan polusi udara tinggi dapat merusak efek kognitif positif dari olahraga. Padahal, berolahraga pada lingkungan udara yang sehat dapat meningkatkan kesehatan otak. 

Saat berolahraga, paparan polusi dapat menghambat manfaat kognitif dari olahraga seperti meningkatkan daya ingat dan konsentrasi serta mengurangi resiko stress dan depresi.

Selain itu, polusi udara juga dapat menimbulkan masalah kesehatan lain.

Dilansir dari health.com, National Institute of Environmental Health Science (NIEHS) mengungkapkan bahwa polusi udara meningkatkan berbagai resiko negatif bagi kesehatan mulai dari penyakit paru-paru seperti asma, emfisema, dan gangguan bronkitis kronis. Selain itu, polusi udara juga dapat membuat gangguan pembuluh darah, gangguan hipertensi, serta meningkatkan resiko stroke dan kanker paru-paru.

Pada dasarnya, terpapar polusi udara dalam keadaan apapun tidaklah baik. Apalagi, saat sedang berolahraga pernapasan cenderung beresiko terpapar lebih banyak polusi karena sistem pernapasan lebih cepat dari biasanya.

Dibandingkan saat berolahraga di dalam ruangan, berbagai resiko negatif dari polusi udara akan meningkat saat kita berolahraga di luar ruangan. Jadi, lebih baik memilih waktu dan tempat yang tepat agar terhindar dari paparan polusi udara sehingga mendapatkan manfaat olahraga yang maksimal.


Mengatasi Kram Otot Betis Saat Bersepeda

Mengatasi Kram Otot Betis Saat Bersepeda

Ilustrasi. Foto: Pixabay

Saat sedang berolahraga, kram otot memang menjadi salah satu penghambat bagi siapapun. Parahnya, kram otot tak bisa diprediksi, bisa terjadi kapanpun. Bersepeda menjadi salah satu olahraga yang sangat rawan mengalami kram otot, terutama otot betis.

Saat sudah terjadi, aktivitas olahraga menjadi sangat tidak nyaman, otot terasa sangat nyeri, bahkan kadang kita dipaksa untuk berhenti. Hal-hal seperti ini tentu sangat tidak kita inginkan ketika sedang asik melakukan aktivitas bersepeda.

Sebenarnya, hingga saat ini kram otot yang terjadi belum diketahui sebabnya secara pasti. Dilansir melalui bicycling, selama 50 tahun, faktanya ilmuan belum dapat memastikan apa yang memyebabkan kram otot.

Sejauh ini, yang diduga menjadi sebab dari terjadinya kram otot adalah kelelahan, kurang asupan sodium dan magnesium, atau bahkan kekurangan elektrolit yang berperan dalam kontraksi otot. Saat otot mengalami faktor-faktor ini, maka otot akan terasa berdenyut dan kram.

Lalu, saat kamu sedang bersepeda dan tiba-tiba kram otot itu terjadi, bagaimana cara mengatasinya?

Dilansir melalui bikeradar, ada beberapa kiat untuk mengatasi kram otot betis yang terjadi saat bersepeda.

1. Melakukan Peregangan (Streching)

Jika nyeri kram pada otot betis mulai terasa, anda dapat meringankannya dengan melakukan peregangan otot. Peregangan dilakukan untuk melemaskan otot yang berkontraksi.

Caranya cukup dengan meluruskan kaki, lalu tarik telapak kaki kebagian dalam dan tahan selama 5 sampai 10 detik. Lakukan berulang-ulang hingga kram pulih. Jika anda menggunakan sepatu, lebih baik lepaskan saat melakukan peregangan untuk mempermudah.

2. Konsumsi Pisang

Kurangnya magnesium adalah salah satu faktor yang dapat mengakibatkan kram otot. Pisang memiliki sumber magnesium tinggi sehingga dapat membantu meredakan kram otot dengan cepat.

3. Jangan Memaksakan Diri

Kram memang dapat sembuh dengan cepat, namun jika kambuh berulang kali sebaiknya hentikan aktivitas bersepeda dan jangan memaksakan diri. Jika diteruskan, dikhawatirkan justru akan menimbulkan cedera yang lebih serius.


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia