Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Kabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar. Tampilkan semua postingan
Sejarah Candi Borobudur hingga Bagaimana Proses Pembangunannya

Sejarah Candi Borobudur hingga Bagaimana Proses Pembangunannya

Sejarah Candi Borobudur
Candi Borobudur pada tahun 1918 setelah direstorasi oleh Theodor van Erp atas persetujuan pemerintah Hindia-Belanda. Foto: Leiden University Libraries

Candi Borobudur adalah sebuah keajaiban arsitektur dan warisan budaya yang menjadi salah satu daya tarik utama di Indonesia. Terletak di Jawa Tengah, sekitar 40 kilometer sebelah barat laut Yogyakarta, candi ini adalah salah satu candi Buddha terbesar di dunia dan telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1991. Candi Borobudur menjadi bukti nyata kemegahan dan keagungan peradaban masa lalu.

Sejarah Candi Borobudur dimulai pada abad ke-8 saat Dinasti Syailendra memerintah di wilayah Jawa Tengah. Candi ini dibangun antara tahun 750 dan 842 Masehi oleh Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra. Tujuan utama pembangunan candi ini adalah sebagai tempat peribadatan Buddha Mahayana dan juga sebagai pusat pendidikan.

Candi Borobudur memiliki struktur yang mengesankan dengan total 504 arca Buddha dan hampir 2.800 panel relief yang menghiasi dindingnya. Candi ini terdiri dari sembilan tingkat yang terdiri dari tiga platform berbentuk persegi dengan stupa besar di puncaknya. Setiap tingkatan mewakili tahapan perjalanan menuju pencerahan menurut ajaran Buddha. Dinding candi dipenuhi dengan panel relief yang menggambarkan cerita-cerita dari kitab-kitab suci agama Buddha, termasuk Jataka dan Ramayana.

Keunikan Candi Borobudur tidak hanya terletak pada struktur fisiknya yang luar biasa, tetapi juga pada simbolisme dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Candi ini dirancang sebagai suatu mandala, sebuah representasi visual dari alam semesta dalam agama Buddha. Mandala ini menggambarkan perjalanan spiritual menuju pencerahan dengan mengikuti jalur melingkar dari tingkatan bawah ke puncak candi.

Namun, seiring berjalannya waktu, Candi Borobudur mengalami masa kelam. Pada abad ke-14, ketika Kerajaan Majapahit mulai kehilangan pengaruhnya, candi ini ditinggalkan dan tertutup oleh abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi. Candi Borobudur terlupakan selama beberapa abad hingga ditemukan kembali pada awal abad ke-19 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, seorang Gubernur-Jenderal Inggris di Hindia Belanda.

Sejak saat itu, Candi Borobudur telah mengalami berbagai upaya restorasi dan pemugaran untuk memulihkan kejayaannya.

Sejarah Pembangunan Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah salah satu keajaiban dunia yang menjadi pusat perhatian dunia dalam hal seni, arsitektur, dan keagamaan. Candi ini terletak di Jawa Tengah, Indonesia, dan dianggap sebagai salah satu candi Buddha terbesar di dunia. Dibangun pada abad ke-8 oleh Dinasti Syailendra, Candi Borobudur telah menjadi bukti kejayaan peradaban masa lalu dan menjadi salah satu situs warisan dunia yang diakui oleh UNESCO.

Pembangunan Candi Borobudur dilakukan oleh Raja Samaratungga, seorang penguasa yang berkuasa di Jawa Tengah pada masa itu. Diperkirakan pembangunan candi ini dimulai pada sekitar tahun 750 Masehi dan selesai pada sekitar tahun 842 Masehi. Dalam proses pembangunannya, ribuan pekerja terlibat dan batu-batu besar dipahat dan diatur dengan cermat untuk membentuk struktur yang luar biasa ini.

Candi Borobudur awalnya dirancang sebagai tempat peribadatan Buddha Mahayana dan juga sebagai pusat pendidikan agama. Tujuannya adalah untuk memperingati ajaran Buddha dan mendorong praktik spiritual di antara para pengikutnya. Selain itu, candi ini juga berfungsi sebagai pusat pelajaran tentang filsafat dan ajaran Buddha.

Dalam proses pembangunannya, ribuan batu vulkanik dikerahkan dari daerah sekitar untuk membentuk struktur yang monumental. Dalam total, terdapat sekitar 55.000 meter kubik batu yang digunakan dalam konstruksi Candi Borobudur. Batu-batu ini kemudian dipahat dengan indah dan dihiasi dengan relief yang menggambarkan ajaran Buddha dan berbagai kisah dari kitab-kitab suci agama Buddha.

Namun, sejarah Candi Borobudur juga mencatat masa kelam di mana candi ini mengalami penurunan. Pada abad ke-14, ketika Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran, candi ini ditinggalkan dan terlupakan selama beberapa abad. Selain itu, letusan Gunung Merapi pada abad ke-10 menyebabkan candi ini tertutup oleh abu vulkanik yang menguburnya di bawah lapisan tanah.

Candi Borobudur baru ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, seorang Gubernur-Jenderal Inggris di Hindia Belanda. Setelah penemuan tersebut, langkah-langkah restorasi dan pemugaran dilakukan untuk mengembalikan keagungan Candi Borobudur. Proses restorasi yang panjang dimulai pada tahun 1907 dan berlanjut selama beberapa dekade.

Pada tahun 1985, Candi Borobudur diakui oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia, menghargai keindahan seni, arsitektur, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Saat ini, candi ini menjadi tujuan wisata yang populer 

Harga Tiket masuk Candi Borobudur

Untuk mengunjungi Candi Borobudur, pengunjung biasanya perlu membeli tiket masuk. Harga tiket masuk candi ini dapat berbeda untuk warga negara Indonesia dan wisatawan asing. Tarif tiket masuk sering kali berbeda pula antara wisatawan domestik dan mancanegara. Selain itu, ada juga harga tiket yang berbeda untuk mengakses area candi pada waktu-waktu tertentu, seperti sunrise atau sunset.

Untuk mendapatkan informasi terkini tentang harga tiket masuk Candi Borobudur, disarankan untuk mengunjungi situs resmi atau menghubungi pihak pengelola candi, seperti Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Pihak pengelola akan memberikan informasi yang paling akurat tentang harga tiket masuk terbaru, paket wisata, serta fasilitas yang tersedia di area candi.

Selain itu, pastikan juga untuk memperhatikan aturan dan kebijakan yang berlaku di Candi Borobudur. Misalnya, pengunjung mungkin diharuskan mematuhi dress code, tidak boleh merokok di area candi, serta menjaga kebersihan dan kelestarian situs sejarah ini.

Demi keamanan dan kenyamanan Anda saat mengunjungi Candi Borobudur, disarankan untuk merencanakan kunjungan dengan baik, termasuk memeriksa jadwal operasional dan membeli tiket dengan waktu yang tepat. Selain itu, bisa juga mempertimbangkan untuk menggunakan jasa pemandu wisata yang akan memberikan penjelasan mendalam tentang sejarah dan keindahan Candi Borobudur.

Sebagai situs warisan dunia yang berharga, Candi Borobudur menawarkan pengalaman spiritual, sejarah, dan keindahan seni yang tak terlupakan bagi setiap pengunjungnya.



Upaya Restorasi Mangrove Sering Gagal? Ini Sebabnya

Upaya Restorasi Mangrove Sering Gagal? Ini Sebabnya

Hutan mangrove
Hutan mangrove merupakan organ vital bagi masyarakat pesisir. Foto: Anton Bielousov

Indonesia memiliki luas  mangrove sekitar 364.080 hektar. Terdapat tiga jenis mangrove, yaitu mangrove lebat, mangrove sedang, dan mangrove langka. Tujuan pemerintah adalah merestorasi kawasan hutan mangrove  yang jarang.

Hingga 60% kerusakan mangrove disebabkan oleh aktivitas manusia. Sisanya karena faktor alam atau efek tidak langsung dari aktivitas manusia, seperti erosi, kenaikan muka air laut, dan badai yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Berbagai upaya untuk melaksanakan restorasi mangrove sering dilakukan. Namun, tidak jarang penanaman kembali gagal. Beberapa penyebab kegagalan restorasi mangrove adalah  kondisi penggunaan lahan dan masalah perubahan fungsi. Selain itu, pemahaman teknis yang masih kurang, terutama tentang persyaratan ekologis mangrove dan awal tumbuh dan berkembangnya mangrove. 

Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 22 Mei setiap tahun, digunakan sebagai refleksi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan keanekaragaman hayati Indonesia yang kaya. 

Jaring Nusa,  jaringan organisasi masyarakat sipil di Indonesia Timur, bekerjasama dengan Japesda Association dan Jurusan Biologi Universitas Negeri Gorontalo menyelenggarakan webinar bertajuk “Kerusakan dan Pemulihan” Mangrove, Bagaimana Masa Depan  Pesisir Kita? dan bird watching di kawasan  mangrove Desa Suku Bajo di Torosiaje, Kabupaten Pohuwato. 

Mangrove didefinisikan sebagai vegetasi khas pantai yang dipengaruhi oleh tingkat salinitas tertentu. Sedangkan  mangrove merupakan hutan yang sering tumbuh  pada  lumpur aluvial di sepanjang pantai dan di muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 

Baca: Dampak Sampah Plastik Bagi Lingkungan, Laut, dan Kesehatan 

Menurut peta mangrove nasional yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2021, total luas mangrove di Indonesia sekitar 3.364,080 hektar. Dari luasan itu, terdapat tiga klasifikasi mangrove sesuai persentase tutupan tajuk, yaitu mangrove lebat, mangrove sedang, dan mangrove jarang. Adapun fokus pemerintah dalam melakukan rehabilitasi kawasan mangrove berada di mangrove dengan kondisi tutupan yang jarang. 

 “Penyebab deforestasi terutama dari kegiatan manusia yaitu mencakup 60 persen luas mangrove yang hilang. Sisanya, disebabkan faktor alami atau dampak tidak langsung dari kegiatan manusia, termasuk erosi, kenaikan permukaan laut, dan badai yang dipicu oleh perubahan iklim,” kata Muhammad Yusuf, Kepala Kelompok Kerja Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove [BRGM], salah seorang pembicara webinar. 

Menurut dia, ekosistem mangrove berperan vital dalam mitigasi perubahan iklim. “Negaranegara pemilik mangrove didorong melakukan upaya serius, mempertahankan mangrove tersisa dan memulai program restorasi dengan konsisten. 

Abu Bakar Sidik Katili, dosen dan peneliti Jurusan Biologi Universitas Negeri Gorontalo mengatakan, perkembangan mangrove tidak akan berjalan maksimal jika hidrologinya terganggu. Potensi mangrove juga sangat penting terkait perubahan iklim dan pemanasan global. 

“Jasa lingkungan mangrove memiliki potensi yang tinggi untuk menyerap karbon. Bahkan, mangrove dapat menyerap karbon dua kali lebih besar dari pohon yang ada di wilayah terestrial,” jelasnya. 

Berdasarkan penelitian yang  dilakukan rekan-rekannya di kawasan pesisir Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, total nilai kandungan karbon di atas  dan di bawah permukaan  hutan mangrove di kawasan tersebut adalah 65.403,43 kg. 

Jika 1 ton karbon bernilai US$1 pada saat itu sebesar Rp 12.667 [Oktober 2014],  manfaat tambahan mangrove untuk penyimpanan karbon di wilayah tersebut adalah Rp 701.710,64 per hektar. 

Baca:  Perburuan Satwa Liar di Leuser Sangat Meresahkan

Restorasi Mangrove

Berbagai upaya restorasi mangrove sering dilakukan. Namun, tidak jarang gagal dalam menanam. 

Rio Ahmad, direktur Green Forest Organization, mengatakan bahwa dalam konteks restorasi mangrove mengikuti model reboisasi, tingkat keberhasilannya sangat rendah. Sebagai contoh kegagalan, penanaman mangrove di lokasi yang tidak sesuai membuat operasional merugi. 

“Sebagian besar upaya telah dilakukan melalui proyek penghijauan yang sangat, sangat  sederhana, yaitu memaksa bakau tumbuh di tanah yang datar dan berlumpur. Seringkali di bawah permukaan laut, katanya, di mana bakau tidak bisa tumbuh. 

Lebih lanjut, faktor  kegagalan rehabilitasi mangrove berkaitan dengan masalah dan kondisi tata guna lahan. Faktor ini membuat sulit untuk menanam pohon di tempat yang tepat. 

Secara keseluruhan, Rio menjelaskan apa yang penting untuk dipahami, yaitu sejarah kawasan yang akan direstorasi dan keadaan bentang alamnya, apakah itu kawasan mangrove atau bukan. 

"Jenis mangrove  yang digunakan untuk pengembangan di dalam dan  sekitar kawasan restorasi perlu diketahui." 

Ketinggian permukaan setiap jenis mangrove yang sedang berkembang juga harus diperhitungkan serta faktor-faktor yang mengganggu dan menghambat regenerasi alami. Ini semua adalah langkah awal dalam proses rehabilitasi. 

“Kesepakatan masyarakat tidak boleh diabaikan ketika menganalisis pemangku kepentingan, gender, hak guna lahan, serta menilai mangrove dan kebutuhan tenaga kerja,” kata Rio. 

Nur Ain Lapolo, Direktur Asosiasi Japesda, menjelaskan penurunan mangrove di Provinsi Gorontalo. Dia mencatat bahwa mangrove di Cagar Alam Gorontalo telah berkurang sekitar 6070%. 

"Kabupaten Pohuwato merupakan penyumbang utama transformasi mangrove  di Gorontalo. Data tahun 2021 menunjukkan hanya tersisa 7.000 hektar mangrove  di Provinsi Gorontalo," katanya.

Ia menjelaskan, timnya berhasil melaksanakan konservasi mangrove dengan berbasis masyarakat. pendekatan  di desa Torosiaje, sebuah desa suku Bajo di kabupaten Pohuwato.Pendekatan pengelolaan ini melahirkan banyak kegiatan yang berbeda dengan masyarakat. 

Misalnya, pengembangan ekowisata berbasis konservasi bekerjasama dengan kelompok sadar lingkungan dengan mengalokasikan kegiatan wisata seperti penanaman mangrove. 

“Masyarakat dapat memanfaatkan mangrove sebagai sumber pendapatan alternatif. Kami juga memberikan informasi bahwa ekosistem mangrove saling ketergantungan dengan ekosistem lain seperti terumbu karang dan  lamun,” jelasnya.


Dampak Sampah Plastik: Bagi Lingkungan, Laut, serta Kesehatan

Dampak Sampah Plastik: Bagi Lingkungan, Laut, serta Kesehatan

dampak sampah plastik
Dampak sampah plastik yang semakin menghawatirkan. Foto: Pexels.com/lucien Wanda 

Hingga saat ini, dampak sampah plastik masih menjadi masalah yang tak kunjung terselsaikan. Banyaknya penggunaan plastik dan kesadaran masyarakat jadi penyebab utama tak berujungnya masalah ini.

Data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa penggunaan sampah plastik pada tahun 2021 di Indonesia mencapai 64 juta ton pertahun. Ironisnya, sebanyak 3,2 juta ton lainnya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

Tak berhenti disitu, kantong plastik yang terbuang di lingkungan sekitar bisa mencapai 10 miliar lembar pertahun atau sekitar 85.000 ton kantong plastik.

Tentu masih banyak data yang menyebutkan hal serupa. Namun kali ini kita akan langsung ulas bagaimana sampah bisa memiliki dampak yang sangat buruk bagi manusia sehingga bisa menyadarkan kita agar lebih memperhatikan sampah plastik.

Kapan Plastik bisa Terurai?

Penggunaan plastik yang berlebihan tentu mengakibatkan jumlah sampah plastik yang semakin tak terkendali. Yang perlu diketahui, plastik memerlukan waktu yang lama untuk terurai. Karena bukan merupakan senyawa biologis, plastik memerlukan waktu untuk terurai hingga 100-500 tahun.

Baca juga: Dampak Sampah Hingga Pentingnya Pengelolaan Sampah di Perkotaan

Plastik memiliki sifat non biodegradable atau sulit terdegradasi, hal ini menyebabkan plastik sulit terdekomposisi atau terurai.

Dampak sampah plastik bagi Lingkungan

Kesehatan lingkungan jadi faktor yang paling pertama kali terkena dampak sampah plastik dari pengelolaan sampah yang buruk. Sampah plastik yang menumpuk dari tahun ke tahun akan merusak ekosistem kita secara perlahan mulai dari kualitas air, udara, hingga tanah.

Sampah plastik yang dibuang berpotensi untuk menjadi limbah hingga akhirnya merusak lingkungan. Jika dibiarkan terus menerus, dampak sampah plastik bisa sangat berbahaya bagi lingkungan dan ekosistem bumi. Berikut dampak sampah bagi lingkungan yang sudah di himpun oleh Exploring Indonesia:

Polusi Udara

Dampak sampah plastik bagi lingkungan yang pertama adalah polusi udara yang meningkat. Proses pembusukan yang terjadi akan menyebabkan polusi udara yang sangat parah. Selain itu, jika terdapat pembakaran sampah plastik, partikel mikroplastiknya akan menyebar diudara sehingga bisa berpotensi menyebabkan penyakt pernapasan.

Tercemarnya Tanah & Air

Dampak sampah plastik bagi lingkungan yang kedua adalah tercemarnya tanah dan air. Sampah yang dibuang sembarangan, tentu akan merusak elemen tanah dan air yang ada. Hal ini terjadi karena adanya zak kimia pada plastik seperti bifenil poliklorinasi dan pestisida. Zak kimia itu bisa mengontaminasi air hingga merusak habitat hewan yang ada disekitarnya. Jika zat-zat itu dimakan oleh ikan dan ikan tersebut dikonsumsi oleh manusia, maka secara tidak langsung zat tersebut masuk kedalam tubuh sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit kronis.

Selain itu, zat plastik yang terserap dalam tanah juga bisa menempel pada tumbuhan. Tumbuhan-tumbuhan yang terkontaminasi tersebut akan sangat beresiko bagi kesehatan tubuh jika di konsumsi.

Pemanasan Global

Tak hanya berhenti disana. Dampak sampah juga bisa memperparah pemanasan global. Penumpukan sampah juga bisa memicu pemanasan global yang saat ini sudah makin parah. Pembusukan dari sampah yang menumpuk akan mengeluarkan gas metana dan pada akhirnya justru memicu efek rumah kaca.

Baca juga: Prinsip Leave No Trace: Solusi Sampah di Lingkungan Pariwisata

Dampak Sampah Plastik bagi Laut

Tak hanya di lingkungan, dampak sampah juga sangat buruk bagi laut. Seperti djelaskan diatas bahwa sebanyak 3,2 juta ton sampah berakhir dibuang ke laut. Hal ini tentu menyebabkan dampak-dampak tertentu.

Sampah yang berakhir di laut akan menyebabkan pencemaran air sehingga mengganggu habitat hewan laut. Pencemaran ini akan semakin parah jika hewan-hewan laut tersebut tak sengaja memakan partikel-partikel dan juga zat-zat kimia yang berbahaya.

Ikan yang terkontaminasi dan dikonsumsi manusia akan menimbulkan berbagai penyakit kronis.

Dampak Sampah Plastik bagi Kesehatan

Sampah juga memiliki dampak bagi kesehatan manusia. menumpuknya sampah akan menyebabkan pencemaran lingkungan dan laut sehingga menimbulkan efek yang buruk bagi kesehatan. Berikut dampak sampah plastik bagi kesehatan yang perlu kamu ketahui:

Kanker

Dampak sampah plastik bagi kesehatan yang pertama adalah bisa menyebabkan kanker. Berbagai senyawa kimia beracun yang berasal dari plastik bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara, makanan, dan minuman yang terkontaminasi limbah plastik.

Limbah plastik ini bisa menghasilkan zat karsinogenik yang dapat memicu kanker, seperti kanker paru-paru, kanker payudara, kanker prostat, dan kanker testis.

Kerusakan Organ

Dampak sampah plastik bagi kesehatan yang kedua adalah bisa menyebabkan kerusakan organ. Paparan logam berat dan mikroplastik dapat menyebabkan kerusakan kulit dan memicu berbagai gangguan pada tubuh, seperti gangguan saraf, masalah pencernaan, gangguan pernapasan, dan gangguan kelenjar endokrin, misalnya penyakit tiroid.

Demikian ulasan mengenai dampak sampah dari Exploring Indonesia. Semoga bisa menambah kesadaran kita semua terkait berbahayanya sampah plastik bagi lingkungan, kesehatan, dan juga laut. 


Memaknai Sumpah Pemuda, Indo Ekspedisi Mengadakan Pendakian Bersama Bertajuk Lingkungan

Memaknai Sumpah Pemuda, Indo Ekspedisi Mengadakan Pendakian Bersama Bertajuk Lingkungan

Memaknai Sumpah Pemuda, Indo Ekspedisi Mengadakan Pendakian Bersama Bertajuk Lingkungan
Memaknai Sumpah Pemuda, Indo Ekspedisi Mengadakan Pendakian Bersama Bertajuk Lingkungan. Foto: Dok/Indo Ekspedsi

Memperingati Sumpah Pemuda merupakan salah satu momentum untuk pemuda-pemudi untuk sama-sama merefleksikan kontribusi dan perannya sebagai calon penerus bangsa.

Sehubungan dengan Sumpah Pemuda yang diperingati pada 28 Oktober, Komunitas Indo Ekspedisi melakukan kegiatan pendakian bersama bertema lingkungan di Gunung Rajabasa 1.281 Mdpl (28/10).

Pendakian yang melibatkan sekitar 50 pemuda-pemudi tersebut bertujuan untuk memperingati dan memaknai kesakralan hari sumpah pemuda yang kini sudah 93 tahun tepat setelah diikrarkannya pertama kali pada tahun 1928.

Kegiatan pendakian bersama ini, bertajuk “Jaga Alam Hari Ini, Selamatkan Bumi Selamanya”. Reno Oby Pratama selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa banyak hal positif yang dapat dilakukan untuk memaknai sumpah pemuda.

Namun menurutnya, rendahnya tingkat kepedulian lingkungan pada diri pemuda menjadi salah satu alasan kuat kenapa kegiatan ini diadakan.

 “Dalam momentum sumpah pemuda ini, kita berusaha untuk meningkatkan kesadaran pemuda terhadap lingkungan melalui kegiatan pendakian bersama” ucapnya saat ditemui Rabu(28/10).

Oby menambahkan, diangkatnya tema ini juga diharapkan agar nantinya pemuda dapat menjadi bagian gerakan yang meminimalisir masifnya upaya-upaya eksploitasi lingkungan yang terjadi dewasa ini. Kerusakan-kerusakan dan eksploitasi tersebut bisa dicegah dengan tindakan-tindakan kecil di lingkungan sekitar dan pemuda menjadi sosok kunci yang bisa memulaI dan menjadi contoh.

Oby juga meneruskan bahwa dari dulu hingga kini, peran pemuda masih menjadi sesuatu yang sangat krusial. Pemuda menjadi elemen masyarakat yang bisa menjadi contoh. Karena itu, memaknai sumpah pemuda harus dilakukan dengan kegiatan positif yang membekas dan punya implikasi yang jelas. Bukan hanya memperingati Sumpah Pemuda secara ceremonial, namun juga memaknainya dengan kegiatan yang benar-benar menumbuhkan kesadaran.

“Ya karena pemuda itu punya peran penting, jadi penggerak di masyarakat. Dari kegiatan ini juga saya harap semua peserta bisa memaknainya dengan utuh. Sadar fungsi dan peran” lanjutnya.

Kegiatan pendakian bersama dibuka di Basecamp Teropong Kota, Desa Sumur Kumbang pada Kamis (27/10). Melibatkan berbagai pihak mulai dari Perangkat Desa Sumur Kumbang, Babinsa, Kamtibmas, dan juga beberapa komunitas pencinta alam lainnya seperti EAT (El Muhsin Adventure Team) dan Ospala.

Pembukaan Kegiatan bersama seluruh peserta dan perangkat desa. Foto: Dok/Indo Ekspedisi

Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan bersama Ikrar Peduli Lingkungan oleh seluruh peserta yang hadir. Peserta juga diminta untuk menandatangani ikrar tersebut secara simbolis sehingga diharapkan bisa meningkatkan komitmen untuk menjaga lingkungan. Setelah itu pendakian dimulai menuju camp ground di Pos 1 sebagai tempat bermalam.

Pembacaan Ikrar Peduli Lingkungan diikuti oleh seluruh peserta pendakian bersama. Foto: Dok/Indo Ekspedisi

Kemudian, pendakian bersama ini juga meliputi misi sapu bersih dan penghijauan dengan melakukan penanaman bibit pohon di sekitar jalur pendakian. Candra Purnama selaku ketua Indo Ekspedisi mengatakan bahwa hal ini diharapkan bisa menyadarkan peserta maupun masyarakat sekitar untuk terus berperan aktif menjaga lingkungan.

“Harapannya semua bisa lebih sadar untuk menjaga lingkungan baik melalui upaya penghijauan ataupun bersih gunung. Karena alam dan kekayaannya itu aset yang dimiliki Negara dalam mandat UU” pungkasnya.

Penanaman bibit pohon di area jalur pendakian. Foto: Dok/Indo Ekspedisi

Selain itu, Candra juga menambahkan bahwa urgensi dari kegiatan ini untuk mengasah kepekaan sosial para pemuda. “karena sejauh ini, pendakian bersama itu mengacu pada kerjasama tim. Padahal dilain sisi, kiita juga harus semakin peduli dengan sesama dan lingkungan sekitar” ucapnya mengakhiri.

Kegiatan ini ditutup dengan pembacaan Sumpah Pemuda bersama-sama tepat di titik tertinggi Gunung Rajabasa pada pukul 10:00 WIB 28 Oktober 2021.pembacaan tersebut diharapkan bisa menjadi pengingat bagi seluruh pemuda yang terlibat dalam kegiatan untuk semakin mengerti peran dan fungsinya sebagai penggerak untuk sekitarnya.


Kemenangan Gugatan Pencemaran Udara hingga Seberapa Buruk Kualitas Udara di Jakarta

Kemenangan Gugatan Pencemaran Udara hingga Seberapa Buruk Kualitas Udara di Jakarta

Kemenangan Gugatan Pencemaran Udara Hingga Seberapa Buruk Kualitas udara di Jakarta
Polusi udara Jakarta sangat buruk dan berbahaya bagi kesehatan. Foto: Republika

Pada Kamis (16/9/2021), Majelis Pengadilan Negeri Jakarta mengabulkan gugatan mengenai pencemaran udara yang diajukan oleh Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (IBU KOTA). Diketahui, gugatan tersebut sudah dilayangkan sejak Juli 2019 dan baru dikabulkan. Atas nama warga Negara, aliansi ibu kota menggugat pemerintah karena kelalaiannya dalam mengelola kualitas udara khususnya di daerah Jakarta.

Putusan hakim sidang menyatakan bahwa pihak tergugat yaitu Presiden Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, serta Gubernur DKI Jakarta telah melakukan tindakan melawan hukum berkaitan dengan penanganan polusi udara.

Sebelum dikabulkan, gerakan ini telah mendapatkan dukungan dari masyarakat sebanyak 1.078 orang melalui petisi di laman akudanpolusi.org. Permasalahan polusi udara juga sempat viral di media sosial melalui tagar #SetorFotoPolusi yang diunggah oleh mesyarakat.

Mengetahui bagaimana perjuangan gugatan yang dilayangkan selama 3 tahun ini, memang seberapa buruk kualitas udara di Jakarta?

Seburuk Apa Kualitas Udara Jakarta

Pada data yang diambil dari situs IQAir pada Jumat (17/9/2021), air quality index Jakarta berada di angka 114 US AQI. Angka ini jauh dibawah kata standar. Bahkan kualitas udara Jakarta berada pada status unhealthy for sensitive group alias tidak sehat untuk sekelompok orang yang sensitif terhadap polusi.

Selain itu berdasarkan data pada situs yang sama, Jakarta memiliki angka air quality index paling tinggi diantara kota lainnya. Bahkan buruknya kualitas udara ini, membuat Jakarta berada di urutan ke 5 dunia dari kota-kota besar lainnya seperti Karachi, Dubai, dan Kathmandu yang memiliki tingkat polusi udara tinggi.

Dampak Polusi Udara

Polusi udara merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di kota-kota besar. Seperti pemaparan data diatas, Jakarta termasuk dalam salah satu kota dengan kualitas udara yang sangat buruk.

Padahal, polusi udara punya dampak yang sangat buruk bagi kesehatan dan juga lingkungan. Saat kualitas udara buruk, kita akan menghirup berbagai zat berbahaya yang bercampur bersama oksigen.

Walaupun merasa baik-baik saja saat menghirupnya, lama-lama zat-zat berbahaya tersebut akan berdampak dan menimbulkan berbagai penyakit kronis. Hal ini tentu harus diwaspadai agar kita bisa terhindar dari kemungkinan buruk yang terjadi akibat polusi.

Menurut riset yang dilakukan WHO, saat ini 9 dari 10 orang bernafas di udara yang memiliki polusi udara tinggi. Data diperkuat dengan fakta bahwa pencemaran udara telah membunuh 7 juta orang setiap tahunnya.

Dilansir dari laman sehatq, berikut adalah berbagai masalah kesehatan yang bisa timbul saat kita banyak menghirup polusi udara?

1. Gangguan Paru-paru

Zat-zat yang terkandung dalam polusi udara dapat meningkatkan resiko kambuh bagi orang yang memiliki asma. Selain asma, zat-zat berbahaya yang ikut terhirup juga dapat meningkatkan resiko kanker paru-paru.

Dampak pencemaran ini tentu akan lebih buruk ketika seseorang memiliki riwayat penyakit paru-paru. Seperti bom waktu, zat-zat berbahaya tersebut akan terus menumpuk dan menyebabkan penyakit yang lebih kronis.

2. Sakit Jantung

Asap kendaraan menjadi salah satu penyumbang terbesar polusi udara saat ini. Dalam asap kendaraan tersebut, terdapat zat berbahaya seperti karbon hitam dan nitrogen oksida yang bisa meningkatkan resiko penyakit jantung.

3. Menghambat Perkembangan Anak

Bagi anak-anak, paparan polusi ini bisa berdampak lebih mengerikan. Semakin sering terpapar, akan menyebabkan perkembangan paru-paru terhambat. Akibatnya, saat dewasa paru-paru tidak bisa berfungsi secara sempurna.

Selain itu, paparan polusi ini juga sangat beresiko pada janin. Ibu hamil yang sering terpapar polusi akan meningkatkan resiko kelahiran bayi dengan berat badan rendah dan yang paling buruk adalah menyebabkan kematian bayi.


Catat, Pendakian Gunung Merbabu Resmi Dibuka pada 14 Juni 2021

Catat, Pendakian Gunung Merbabu Resmi Dibuka pada 14 Juni 2021

Seluruh jalur pendakian Gunung Merbabu resmi dibuka
Seluruh jalur pendakian Gunung Merbabu resmi dibuka. Foto: Travelpromo.com


Jalur pendakian Gunung Merbabu akhirnya akan resmi dibuka pada 14 Juni mendatang. Kabar ini dinyatakan dalam kegiatan Virtual Tour #6 Wisata Pendakian Taman Nasional Gunung Merbabu bertajuk Healing Forest pada selasa (25/5/2021) melalui Zoom dan YouTube channel Ayo ke Taman Nasional.

Selain itu, informasi dibukanya kembali jalur pendakian Gunung Merbabu ini juga terdapat dalam unggahan akun Instagram resmi Taman Nasional Gunung Merbabu @btn_gn_merbabu selasa (25/5/2021). Pada caption unggahan tersebut, terkonfirmasi bahwa pendakian akan resmi dibuka pada 14 Juni 2021.

“bagi yang mengikuti dari awal hingga akhir acara (Virtual Tour #6 Wisata Pendakian Taman Nasional Gunung) sudah tahu kaaaan kapan merbabu dibuka. 14 Juni 2021, terjawab sudah jutaan pertanyaan #sobatmerbabu semua” Tulis caption pada unggahan tersebut Selasa (25/5/2021).

Gunung Merbabu sudah ditutup kurang lebih satu tahun sejak 15 Maret 2020 lalu karena pandemi Corona. Penutupan ini sebagai upaya penyendalian virus Covid-19 yang terus melonjak dan tak terkendali di provinsi Jawa Tengah.

Padahal, Gunung Merbabu merupakan salah satu gunung yang sangat diminati oleh para pendaki. Keindahan alam Gunung Merbabu yang sangat menakjubkan menjadi magnet bagi banyak pendaki untuk terus menyambanginya. Indahnya sabana hijau nan luas serta view gagahnya Gunung Merapi yang terlihat dari puncak akan sangat memanjakan mata. Tak heran, kabar dibukanya jalur pendakian Gunung Merbabu selalu dinanti-nanti hingga sekarang.

Pembukaan pendakian Gunung Merbabu ini berlaku di setiap jalur mulai dari Suwanting, Selo, Wekas, Cunthel, dan Thekelan. Setiap jalurnya tentu memiliki prosedur yang berbeda-beda. Namun saat ini seluruh jalur pendakian Gunung Merbabu sudah menggunakan sistem pendaftaran dan booking online melalui laman yang sudah disediakan. Dalam laman tersebut, pendaki juga bisa mengecek kuota pendakian disetiap jalur nya. Hal ini tentu memudahkan para pendaki yang tidak suka trekking dan campground terlalu ramai sehingga bisa memilih hari pendakian yang sepi.  

Untuk pendaki yang sudah punya rencana untuk mendaki Gunung Merbabu, jangan lupa untuk selalu mengecek prosedur pendakian di berbagai jalur karena sudah menggunakan sistem simaksi online. Pendaki bisa melakukan pendaftaran dan booking online melalui website khusus yang sudah disediakan oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu yaitu www.bookingmendakimerbabu.com.


Nelayan Ikan Asin Justru Mendapatkan Berkah Saat Kemarau

Nelayan Ikan Asin Justru Mendapatkan Berkah Saat Kemarau

Sumadi (65) berpose disela aktivitasnya mengeringkan ikan. Ia mengaku saat ini cuaca sangat bersahabat, sehingga hasil tangkapan ikan para nelayan tergolong bagus. Foto: Falahi Mubarok/Mongabay Indonesia

Di Dusun Tawangrejo, Desa Tambakboyo, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, nampak ramai dengan aktivitas para nelayan mengeringkan ikan.

Mereka melakukan pengeringan ikan secara tradisional dengan menggantungkan terik matahari. Selain produksinya semakin banyak saat musim kemarau hasil kualitas ikan asinnya juga cukup baik.

Saat pengeringan ikan terlebih dahulu dicuci, kemudian diberi garam. Ada tiga cara penggaraman dalam pembuatan ikan asin, pertama yaitu penggaraman kering, kemudian penggaraman basah. Atau bisa juga kombinasi keduanya.

Data KKP mencatat, pada tahun 2010 jumlah produksi perikanan tangkap di Kabupaten Tuban mencapai 10.070,4 ton. Jumlah tersebut memberikan kontribusi yang cukup tinggi dari dari 21 wilayah di Jawa Timur dengan potensi perikanan lautnya.

Bau amis menyengat tatkala memasuki perkampungan nelayan di Dusun Tawangrejo, Desa Tambakboyo, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sore itu, suasana nampak ramai dengan aktivitas para nelayan mengeringkan ikan. Di tempat yang menjadi sentra ikan kering ini terhampar luas jajaran ikan yang dikeringkan dengan menggunakan alat tradisional, nelayan setempat menyebutnya dengan para-para.

Mereka juga melakukan pengeringan secara tradisional dengan menggantungkan terik matahari. Pengeringan ikan tersebut merupakan salah satu cara pengawetan ikan yang dilakukan dengan cara mengurangi kadar air ikan sehingga aktifitas mikroorganisme bisa dikurangi.

Jajaran ikan yang dikeringkan dengan menggunakan alat tradisional terhampar luas di Di Dusun Tawangrejo, Desa Tambakboyo, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Foto: Falahi Mubarok/Mongabay Indonesia

Beberapa nelayan terlihat masih membolak-balikkan ikan supaya lebih cepat kering dan merata, sebagian lagi sudah berkemas karena ikan sudah siap untuk dijual ke pengepul, termasuk Hally Makruf. Bersama istrinya, pria 38 tahun ini menjelaskan, memasuki musim kemarau ini menjadi keberkahan tersendiri bagi para nelayan setempat. Sebab, produksi ikan asin selama musim kemarau hasilnya bisa menjadi lebih banyak daripada ketika musim hujan datang.

“Hasilnya jelas berbeda antara musim kemarau dan musim hujan, bahkan berlipat. Bagi kami penjemuran ikan ini lebih enak musim panas. Kalau musim hujan itu ikan yang dijemur sering buka tutup, kadang itu 3-5 hari baru kering. Sekarang ini pagi dijemur sorenya sudah kering,” kata Hally, panggilan akrabnya disela menyortir ikan asin yang sudah kering untuk dijual ke pengepul, Sabtu (22/05/2021).

Tergantung Cuaca

Selain produksinya semakin banyak pria berkulit sawo matang ini mengaku saat musim kemarau hasil kualitas ikan asinnya juga cukup baik. Karena terik sinar matahari jauh lebih panas menyinari ikan asin saat proses penjemuran. Proses pengeringan ikan ini sangat tergantung pada cuaca.

Nelayan lain Sumadi (65) juga mengaku saat ini cuaca sangat bersahabat, sehingga hasil tangkapan ikan para nelayan tergolong bagus, bisa dibilang pasokan ikan asin dari berbagai jenis ikan saat ini melimpah.

Rata-rata, lanjut dia, nelayan pulang dengan membawa ikan tangkapan 2 kwintal.Dia bilang, lamanya pengeringan pada saat musim hujan juga membuat warna ikan menjadi kekuning-kuningan. Hal ini berpengaruh ke harga jualnya.

“Misalnya ikan teri, kalau pengeringannya lama harganya bisa turun menjadi Rp30 ribu per kilo,” ujar pria yang juga pelaku usaha pengeringan ikan ini. Padahal, lanjut dia, ketika musim bagus seperti ini harga ikan dengan nama latin Engraulidae ini bisa mencapai Rp50-60 per kilonya. Tidak hanya ikan teri, ikan lain seperti ikan layang (Decapterus), ikan bulu ayam (Thryssa mystax), dan ikan tenggiri (Scomberomorini) juga turut dikeringkan.

Ikan teri hasil pengeringan. Ketika musim bagus seperti ini harga ikan dengan nama latin Engraulidae ini bisa mencapai Rp50-60 per kilonya. Foto: Falahi Mubarok/Mongabay Indonesia

Adapun untuk proses pengeringan ikan asin ini sangat bervariasi tergantung pada jenis dan ukuran ikan. Selain itu juga hasil yang diinginkan, dan daerah produksinya. Untuk ikan yang berukuran besar terlebih dahulu dilakukan proses pembelahan dan penyiangan. Sementara untuk ikan yang jenisnya berukuran kecil seperti teri terlebih dahulu diasin dalam keadaan utuh.

Pada dasarnya, lanjut Sumadi, ada tiga cara penggaraman dalam pembuatan ikan asin, pertama yaitu penggaraman kering, kemudian penggaraman basah. Atau bisa juga kombinasi keduanya. Untuk penggaraman ikan kering ini dilakukan dengan cara menaburkan atau melumurkan kristal garam pada seluruh bagian ikan dan rongga perut. Cara penggaraman kering ini biasanya diterapkan pada ikan berukuran besar setelah dibersihkan dan dibelah perutnya.

Sementara untuk penggaraman ikan basah dilakukan dengan cara merendam ikan di dalam larutan garam jenuh, lalu ditiriskan dan dikeringkan. “Penggaraman basah ini seringkali diterapkan untuk menggarami ikan-ikan yang berukuran kecil,” jelasnya.

Potensi Ikan di Tuban

Ikan kering merupakan salah satu bentuk makanan olahan ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, selain rasanya yang renyah ikan kering juga mudah didapatkan. Priyadi (48) ketua Paguyuban Nelayan setempat menjelaskan, rata-rata nelayan setempat bekerja dua kali. Selain mencari ikan di laut para nelayan ini juga melakukan pengeringan ikan dengan dibantu istri.

Menurut dia, pola seperti ini merupakan solusi terbaik untuk menjawab kesulitan ekonomi, apalagi dimasa pandemi seperti sekarang ini. Para istri nelayan punya aktivitas lain selain sebagai ibu rumah tangga. Dan ekonominya bisa terbantu.

Dia bilang, para nelayan lebih memilih menjual ikan kering sebab harganya bisa lebih tinggi, bahkan berlipat. Saat musim bagus seperti sekarang ini per nelayan bisa menjual ikan kering antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta dalam sehari.

“Hanya nelayan ikan kering ini kadang mengalami kendala pada harga ikan yang tidak bisa stabil, harga jualnya bisa berubah lantaran stok melimpah,” ujarnya.

Nelayan menambatkan perahu saat hari menjelang malam. Saat cuaca bagus seperti sekarang ini rata-rata nelayan pulang dengan membawa ikan tangkapan 2 kwintal. Foto: Falahi Mubarok/Mongabay Indonesia

Kabupaten Tuban sendiri merupakan salah satu kabupaten di Wilayah Jawa Timur yang memiliki wilayah perairan laut sepanjang 65 km, meliputi Kecamatan Palang, Tuban, Jenu, Tambakboyo dan Bancar. Kondisi geografis tersebut menyebabkan produksi perikanan laut di Kabupaten berjuluk kota wali ini cukup melimpah, melebihi ikan konsumsi ikan oleh masyarakat.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat, pada tahun 2010 jumlah produksi perikanan tangkap di Kabupaten Tuban mencapai 10.070,4 ton. Jumlah tersebut memberikan kontribusi yang cukup tinggi dari dari 21 wilayah di Jawa Timur dengan potensi perikanan lautnya. Keberlanjutan dari hasil penangkapan ikan laut tersebut yaitu pengolahan menjadi produk yang mempunyai nilai guna ekonomis yang tinggi, salah satu produk tersebut adalah ikan asin atau ikan kering.

Sumber: Mongabay Indonesia


Ini Kebijakan Terbaru Pemerintah Tentang Larangan Mudik Lebaran 2021

Ini Kebijakan Terbaru Pemerintah Tentang Larangan Mudik Lebaran 2021

Ini Kebijakan Terbaru Pemerintah Tentang Larangan Mudik Lebaran 2021
Lihat kebijakan terbaru terkait mudik lebaran 2021. Foto: ANTARA/Fauzan

Pemerintah Indonesia resmi melarang seluruh masyarakat untuk tidak melakukan mudik lebaran 2021. Ini peraturan terbaru yang melarangnya.

Larangan yang dimaksud tertuang di dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 selama bulan suci Ramadan 1442 Hijriah.

Bagi masyarakat yang nekat untuk melakukan mudik akan diberikan sanksi yang berpatokan kepada Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dalam pasal 93 yang disebutkan bahwa hukuman kurungan paling lama adalah setahun dan denda maksimal hingga Rp 100 juta bila melanggar aturan mudik ini.

"Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00," bunyi dari pasal 93.

Sementara itu, dalam Pasal 9 ayat (1) menyebutkan, setiap orang wajib mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan.

Menurut Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, terdapat sejumlah transportasi yang dilarang saat mudik 2021, yaitu kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, serta kendaraan bermotor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil, bus, dan sepeda motor (kendaraan pribadi).

Sedangkan untuk kendaraan yang boleh melakukan perjalanan selama masa larangan mudik sesuai dengan kebijakan mudik lebaran 2021, yakni: kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI, kendaraan dinas operasional berplat dinas TNI/POLRI, kendaraan dinas operasional petugas jalan tol, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, mobil jenazah, mobil barang dengan tidak membawa penumpang, kendaraan untuk kesehatan darurat dan ibu hamil dengan didampingi oleh keluarga inti, dan kendaraan yang mengangkut repatriasi pekerja imigran Indonesia, WNI, pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Adapun wilayah aglomerasi yang termasuk ke dalam yaitu:

Pengecualian transportasi darat

a. Medan, Deli Serdang, Binjai, Karo

b. Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek)

c. Bandung Raya

d. Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, dan Purwodadi

e. Yogyakarta Raya

f. Solo Raya

g. Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan

h. Makassar, Sungguminasa, Takalar, dan Maros

Pengecualian Operasional Kereta Api

Pengecualian pengoperasian kereta api perkotaan angkutan penumpang hanya berlaku di empat wilayah ini, yaitu:

1. Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (termasuk Cikarang), dan Rangkas

2. Padalarang, Bandung, dan Cicalengka

3. Kutaarjo, Yogyakarta, dan Solo

4. Lamongan, Surabaya, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Mojokerto, dan Gresik

Sanksi bagi kendaraan pribadi dan kendaraan umum yang tidak mematuhi kebijakan mudik lebaran 2021 adalah sanksi putar balik, atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Angkutan Laut

Sedangkan untuk angkutan laut terdapat kapal penumpang yang dikecualikan dalam masa larangan mudik 2021, yaitu:

1. Kapal penumpang yang melayani pemulangan tenaga kerja Indonesia, pekerja migran Indonesia, dan/atau WNI yang terlantar dari pelabuhan negara perbatasan.

2. Kapal penumpang yang melayani pemulangan anak buah kapal WNI yang bekerja di kapal niaga/kapal pesiar yang dioperasikan perusahaan asing.

3. Kapal penumpang yang melayani transportasi rutin untuk pelayaran lokasi terbatas dalam satu kecamatan, satu kabupaten, atau satu provinsi dengan ketentuan dan persyaratan pelayaran dilakukan antarpulau atau pelabuhan dalam wilayah tersebut.

4. Kapal penumpang yang melayani transportasi antar pulau khusus bagi TNI, Polri, ASN, dan tenaga medis yang sedang dalam melaksanakan tugas.

5. Kapal penumpang yang melayani transportasi rutin untuk pelayaran di daerah Perintis dan daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan

6. Kapal penumpang dapat diizinkan beroperasi untuk mengangkut logistik yang meliputi barang pokok dan penting, obat-obatan dan peralatan medis, serta barang esensial lainnya yang dibutuhkan daerah dalam hal jumlah kapal kargo yang melayani suatu daerah tidak mencukupi.

Bagi mereka yang melanggar aturan, ada sanksi tegas untuk operator yang melanggar yakni: sanksi administrasi berupa tidak diberikan pelayanan di pelabuhan dan pencabutan izin SIUPAL sesuai dengan tahapan yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Aturan Angkutan Udara

Untuk Angkutan udara yang dilarang beroperasi selama masa larangan mudik 2021, yaitu:

a. Larangan sementara penggunaan transportasi udara, berlaku untuk angkutan udara niaga dan angkutan udara bukan niaga.

b. Badan usaha udara yang akan melakukan yang dikecualikan dapat menggunakan izin rute eksisting atau menggunakan pengajuan flight approval (FA) kepada Ditjen Perhubungan Udara.

Selain itu ada penerbangan yang dikecualikan dari larangan sementara:

1. Penerbangan yang mengangkut pimpinan lembaga tinggi negara RI dan tamu kenegaraan.

2. Penerbangan operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, dan konsulat asing, serta perwakilan organisasi internasional di Indonesia.

3. Penerbangan operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriation flight) yang melakukan pemulangan warga negara Indonesia ataupun warga negara asing.

4. Penerbangan operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat.

5. Penerbangan operasional angkutan kargo.

6. Penerbangan operasional angkutan udara perintis.

7. Penerbangan operasional lainnya dengan seizin dari Ditjen Perhubungan Udara

Bagi angkutan udara yang melanggar mereka akan dikenakan sanksi kepada maskapainya dan juga sanksi bagi badan usaha angkutan udara yang tidak mengikuti kebijakan mudik 2021.

Sumber: Detik


Terus Terjadi, Perburuan Satwa Liar di Hutan Leuser Sangat Meresahkan

Terus Terjadi, Perburuan Satwa Liar di Hutan Leuser Sangat Meresahkan

Perpuruan di Gunung Leuser tak pernah berhenti. Foto: Mongabay

Personil Polres Gayo Lues, Aceh, membongkar sindikat pemburu dan penjual bagian tubuh satwa liar dilindungi, Senin [01/3/2021]. Dua tersangka diamankan. Barang bukti yang disita berupa anggota tubuh harimau sumatera, beruang madu, kijang, kambing hutan, juga bulu kuau raja.  

Perburuan satwa liar dilindungi dengan menggunakan jerat terus terjadi, baik di hutan Leuser wilayah Aceh maupun Sumatera Utara. Untuk mengakhiri kejahatan satwa liar dilindungi maka semua jaringannya harus dibongkar, mulai dari pemburu hingga penampung besar atau pembeli.

Perburuan satwa liar dilindungi di hutan Leuser, Provinsi Aceh, terus terjadi. Personil Polres Gayo Lues, Aceh, berhasil membongkar sindikat pemburu dan penjual bagian tubuh satwa liar tersebut, Senin [01/3/2021].

Dua tersangka diamankan dalam penangkapan itu. Barang bukti yang disita berupa anggota tubuh harimau sumatera, beruang madu, kijang, kambing hutan, juga bulu kuau raja.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Syahputra Bustamam mengatakan, pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat akan adanya kegiatan ilegal di Kota Blangkejeren, Ibu Kota Gayo Lues.

“Personil bersama tim Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser [BBTNGL] langsung mendatangi lokasi, sebuah hotel, dan menangkap Suardin [28 tahun], warga Kecamatan Pantan Cuaca, Gayo Lues,” terang Carlie Syahputra, Rabu [03/3/2021].

Kulit, taring, dan tulang-belulang harimau sumatera yang diperdagangkan berhasil digagalkan beberapa waktu lalu di Aceh. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

Dari tangan pelaku disita 11 gigi geraham beruang madu, 8 kuku dan 4 taring beruang madu, 4 tanduk kambing hutan, serta tulang beruang madu dan tanduk kijang.

Baca juga: Anjing Menyanyi Khas Pegunungan Papua

“Pelaku mengatakan, barang-barang terlarang itu diperolehnya dari Sudirman, warga Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Tim bergerak dan Sudirman ditangkap di kediamannya,” terang Carlie.

Dari tangan Sudirman, diamankan pula 70 kuku dan 20 taring beruang madu, 31 helai bulu kuau raja, selembar kulit harimau berukuran 5,5 x 3 sentimeter, kotoran harimau, serta tali yang digunakan untuk menjerat satwa liar.

“Saat diperiksa, Sudirman memburu satwa liar menggunakan jerat,” ungkapnya.

Barang bukti yang ditemukan oleh Kapolres Gayo Lues. Foto: Mongabay.com

Kapolres Gayo Lues menambahkan, Suardin dan Sudirman dijerat Pasal 40 Ayat 2 dan 4 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Perburuan terus terjadi

Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser [BBTNGL], Sudiro mengatakan, perburuan satwa liar dilindungi menggunakan jerat terus terjadi, baik di hutan Leuser wilayah Aceh maupun Sumatera Utara.

“Tidak dipungkiri, kejahatan ini masih berlangsung. Pihak BBTNGL bersama Polres Gayo Lues akan terus berkoordinasi sekaligus memperketat pengawasan dan pengamanan kawasan.”

Sudiro menambahkan, tim patroli BBTNGL bersama lembaga mitra selalu melakukan patroli pengamanan kawasan hutan. Sejumlah jerat yang dipasang pemburu masih banyak ditemukan.

“Banyak jerat dipasang di luar kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan TNGL.”

Sudiro menambahkan, pemburu atau masyarakat yang memasang jerat di luar kawasan hutan selalu beralasan hendak menangkap babi yang dianggap hama.

“Tapi beberapa kali ditemukan, jerat tersebut justru melukai atau membunuh satwa liar dilindungi.”

Terkait perburuan di kawasan TNGL, Sudiro mengatakan, sindikat ini melakukannya dengan rapi dan sangat tertutup. Hal ini yang menyebabkan jaringannya sangat sulit dibongkar.

“Mereka besar dan kuat. Sebagian besar kasus yang diungkap, hanya sampai pemburu,” paparnya, Rabu [03/3/2021].

Tidak akan berakhir

Ketua Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre [YOSL-OIC], Panut Hadisiswoyo mengatakan, perburuan satwa liar dilindungi di hutan Provinsi Aceh akan terus terjadi dan tidak bakal berakhir jika semua jaringannya tidak diungkap.

“Untuk mengakhiri kejahatan ini hal yang harus dilakukan adalah membongkar semua jaringan, mulai dari pemburu hingga penampung besar atau pembeli,” terangnya, Rabu [03/3/2021].

Selain itu, penegak hukum juga harus terbuka jika ada oknum yang terlibat. Biasanya, oknum penegak hukum tersebut bertugas mengamankan kegiatan ilegal itu.

“Dari kasus-kasus yang diungkap, diketahui ada yang melibatkan oknum penegak hukum. Sekarang sudah zaman terbuka, jadi siapapun yang terlibat harus diungkapkan ke publik.”

Panut menambahkan, satwa liar atau anggota tubuh satwa liar hasil buruan dari Aceh biasanya dikirim ke Sumatera Utara. Berikutnya, dijual ke pembeli atau dibawa ke penampung besar di Indonesia maupun yang berada di luar negeri.

“Penegak hukum harus berani membongkar semua orang yang terlibat, sehingga satwa liar dapat hidup aman di hutan,” pungkasnya.

Sumber: Mongabay


4 Gunung Indonesia Yang Tutup Sementara Jalur Pendakian

4 Gunung Indonesia Yang Tutup Sementara Jalur Pendakian

4 Gunung Indonesia Yang Tutup Sementara Jalur Pendakian, Ilustrasi eruspi Gunung Semeru. Foto: suara.com

Para pendaki agaknya harus menunda jadwal mendaki gunung dalam beberapa waktu ke depan. Sebab, sejak awal tahun 2021, beberapa jalur pendakian gunung di Indonesia ditutup untuk sementara waktu. Bahkan, sebagian jalur pendakian ditutup hingga Maret 2021.

Bukan hanya adanya pandemi COVID-19 yang masih merebak di Indonesia, pihak pengelola juga mempertimbangkan terkait faktor alam dan cuaca ekstrem yang berujung penutupan pendakian gunung tersebut. Kebijakan itu juga diambil demi keselamatan para pendaki. 

Berikut beberapajalur pendakian gunung yang ditutup sejak awal 2021.

Semeru

Wisatawan memotret Gunung Semeru yang menyemburkan awan panas, dari Pananjakan Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (7/3). Foto: ANTARA FOTO/Siswowidodo

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), menutup total jalur pendakian ke Gunung Semeru hingga 31 Maret 2021. Hal ini dilakukan, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem yang dikhawatirkan akan membahayakan para pendaki. 

Penutupan jalur pendakian ke Gunung Semeru ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Balai Besar TNBTS, Agus Budi Santoso melalui surat resmi, yakni Nomor: PG.15/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/12/2020 tertanggal 30 Desember 2020. 

Plt Kepala Balai Besar TNBTS Agus Budi Santosa, menjelaskan keputusan untuk menutup secara total pendakian Gunung Semeru tersebut, mempertimbangkan hal-hal yang telah diperkirakan oleh Stasiun Klimatologi Karangploso, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seperti adanya peningkatan curah hujan, dan lainnya. 

Pada Desember 2020, Balai Besar TNBTS mencatat sebanyak 4.763 orang pendaki yang harus melakukan penjadwalan ulang, menyusul penutupan Gunung Semeru secara total tersebut. 

Penutupan sementara pendakian Semeru sebelumnya dilakukan pada November 30 November 2020, dikarenakan peningkatan aktivitas Gunung yang memiliki tinggi 3.676 di atas permukaan laut (mdpl) itu. 

Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede Pangrango  Foto: Shutter stock

Pendakian ke Gunung Gede Pangrango ditutup mulai 28 Desember 2020 hingga 31 Januari 2021. Informasi tersebut tertulis dalam Surat Edaran Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango No. SE.1483/BBTNGGP/Tek.2/12/2020. 

Dikutip dari laman Gunung Gede Pangrango, penutupan itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi cuaca yang ekstrem, serta pemulihan ekosistem di kawasan tersebut. Meski begitu, di dalam surat itu juga tertulis jika pada 1 Februari 2021 cuaca memburuk, maka jalur pendakian akan ditutup. 

Selain itu, durasi penutupan mempertimbangkan kondisi cuaca yang aman bagi para pendaki. Pengelola Gunung Gede Pangrango juga mengimbau calon pendaki yang telah melakukan pemesanan secara daring untuk pendakian pada 1 Februari 2021, diminta untuk menjadwalkan ulang jika terjadi penutupan. 

Gunung Prau 

Kepadatan tenda di gunung Prau Foto: Muhammad Abdurrasyid/kumparan

Gunung Prau yang terletak di Wonosobo, Jawa Tengah, akan ditutup pada 3 Januari hingga 4 Maret 2021. Pihak pengelola memprediksi jalur pendakian tersebut akan kembali dibuka untuk wisatawan pada 4 Maret 2021. 

Berdasarkan hasil rapat forum koordinasi Gunung Prau Indonesia dan Perhutani, penutupan dalam rangka mengantisipasi cuaca buruk, pemulihan ekosistem, reboisasi dan perawatan, pembenahan jalur, serta pelatihan peningkatan kapasitas ranger.

Gunung Rinjani

Gunung Rinjani. Foto: Shutter stock

Bagi kamu yang berencana untuk mendaki Gunung Rinjani dalam waktu dekat sepertinya harus mengurungkan niatmu sementara waktu. Sebab, Gunung Rinjani akan ditutup sementara selama tiga bulan, mulai 1 Januari 2021 hingga 31 Maret 2021. 

Hal ini diumumkan oleh pihak Taman Nasional Gunung Rinjani melalui laman Instagram resmi mereka @gunungrinjani_nationalpark. Dalam pengumuman tersebut, pihak taman nasional menutup jalur pendakian Gunung Rinjani, karena sedang terjadi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan angin kencang, hujan lebat serta banjir di Pulau Lombok.

"Memperhatikan informasi prakiraan cuaca dari BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Mataram bahwa sedang terjadi cuaca ekstrem yang berpotensi angin kencang, hujan lebat serta banjir di Pulau Lombok serta dalam rangka pemulihan ekosistem di Taman Nasional Gunung Rinjani, maka diberitahukan kepada seluruh masyarakat bahwa seluruh destinasi di wisata pendakian TN Gunung Rinjani ditutup mulai 1 Januari hingga 31 Maret," tulis pihak Taman Nasional Gunung Rinjani. 

Adapun seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani yang ditutup meliputi jalur pendakian Semeru, Kabupaten Lombok Utara dan jalur pendakian Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Kemudian, jalur pendakian Timbanuh, Kabupaten Lombok Timur dan jalur pendakian Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah.

Sementara itu, penutupan destinasi wisata non pendakian di TN Gunung Rinjani dilakukan terhitung mulai 18 Desember 2020 hingga 31 Maret 2021. Destinasi wisata yang ditutup tersebut antara lain Air Terjun Jeruk Manis, Air Terjun Mayung Polak, dan Air Terjun Mangku Sakti via Sajang.

Sumber: Kumparan


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia